Social Icons

Pages

Tampilkan postingan dengan label Burung Langka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Burung Langka. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Agustus 2012

Paruh-sabit Kurikuri ( Epimachus fastuosus )

Paruh-sabit Kurikuri ( Epimachus fastuosus ) adalah sejenis burung cendrawasih yang berukuran besar dari genus Epimachus. Burung ini memiliki paruh hitam melengkung seperti sabit dan berekor panjang. 

Burung jantan dewasa merupakan salah satu burung terbesar di antara burung cendrawasih. Jantan berukuran sekitar 110cm yang termasuk bulu ekor hiasan berwarna biru ungu dengan ujung runcing dan sangat panjang. Bulu bagian atas berwarna hitam keunguan, kepala dan punggung berwarna biru hijau, tubuh bagian bawah berwarna hitam, coklat, dan ungu di sekitar dagu dan leher, iris mata merah, kaki hitam keabuan dan bagian dalam mulut berwarna kuning terang. 

Pada sisi dadanya terdapat bulu hiasan seperti kipas berwarna merah, coklat dan hitam dengan ujung warna pelangi. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, dan memiliki bulu coklat kemerahan, bagian bawah tubuh hitam dengan totol putih di bagian belakang, iris mata coklat dan tidak punya bulu-bulu kipas hiasan.
Daerah sebaran Paruh-sabit Kurikuri terdapat di hutan-hutan pegunungan pulau Irian. Seperti kebanyakan burung-burung cendrawasih, Paruh-sabit Kurikuri adalah poligami spesies. Burung jantan memikat pasangan dengan ritual tarian yang memamerkan bulu-bulu hiasannya disertai dengan nyanyian. Setelah kopulasi, burung jantan meninggalkan betina dan mulai mencari pasangan yang lain. Burung betina menetaskan dan mengasuh anak burung sendiri. Pakan burung Paruh-sabit Kurikuri terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga.

Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan yang terus berlanjut, serta populasi dan daerah dimana burung ini ditemukan sangat terbatas, Paruh-sabit Kurikuri dievaluasikan sebagai rentan di dalam IUCN Red List. Spesies ini didaftarkan dalam CITES Appendix II.

Jumat, 17 Agustus 2012

Nuri Talaud ( Eos histrio )


Nuri Talaud ( Eos histrio ) adalah nuri arboreal endemik di Indonesia. Mereka tergolong terancam punah, disebabkan mereka diburu untuk perdagangan hewan peliharaan dan disebabkan juga kehilangan habitat dan perusakan habitat. Nuri Talaud sekarang hanya terbatas di sekitar Pulau Talaud, Sulawesi Utara. Dan lebih dari itu juga, mereka menghilang selama abad ke-20 dari Sangihe, Siau, dan Tagulandang. Populasi mereka diperkirakan 5-10.000 ekor. Jadinya, spesies mereka cepat menurun.

Rabu, 15 Agustus 2012

Merpati Hutan - Perak ( Columba argentina )


Berukuran besar (40 cm), berwarna abu-abu pucat. Sayapnya berwarna hitam, ekor dan tubuh bagian bawah keabuan. Perbedaannya dengan Pergam laut: tubuh bagian atas abu-abu (bukan putih), warna hitam pada separuh ekor, dan lingkaran mata merah. Iris coklat, keliling mata yang gundul merah, paruh hijau-pucat dengan pangkal merah, kaki merah 

Kep. Simeulue, Mentawai (P.Sipura, Pagai utara),Kep.Riau (Karimun Besar, Batam, Bintan dan Kepulauan Lingga/Saya), Kep. Anambas, Natuna utara dan Kep. Karimata di ujung barat Kalimantan. Juga pernah tercatat di P. Burong (Malaysia), akan tapi, sekarang di pulau itu sudah punah .


Merpati hutan perak mirip dengan Pergam laut, akan tetapi ada perbedaan antara merpati hutan perak dan pergam laut, yaitu pergam laut tidak mempunyai lingkaran merah pada mata, dan warna yang lebih putih.
Mendiami pulau-pulau kecil, tetapi jarang ditemukan karena adanya penebangan hutan. Kadang-kadang berbaur dengan Pergam laut.

Minggu, 12 Agustus 2012

Gosong Sula ( Megapodius bernsteinii )




Gosong Sula ( Megapodius bernsteinii ) adalah spesies burung dari keluarga Megapodiidae. Burung ini hanya dapat ditemukan di Indonesia, dengan habitat pada hutan subtropikal atau hutan tropis, hutan dataran rendah subtropis atau tropis, hutan mangrove subtropis atau tropis, dan dataran dengan tumbuhan perdu beriklim subtropis atau tropis. Gosong Sula dalam keadaan terancam akibat kehilangan habitat asli.

Rabu, 08 Agustus 2012

Burung-Kucing Tutul ( Ailuroedus melanotis )


Burung-kucing Tutul ( Ailuroedus melanotis ) yang juga diketahui sebagai Burung-kucing Telinga-hitam, adalah spesies namdur atau burung kucingyang dapat ditemui di utara Queensland, Australia, pulau-pulau dekat Guinea Baru, seperti Kepulauan Misool, Papua, dan Kepulauan Aru.

Minggu, 05 Agustus 2012

Robin


Dahulu burung ini sangat murah harganya, bahkan banyak para toko burung yang menjual burung robin ini, karena selain harganya murah ( pada saat itu ) burung ini sangat mudah beradaptasi dengan pemiliknya dan cepat berkicau, memang burung ini termasuk burung langka di indonesia dikarenakan setahu saya burung ini termasuk burung import dari asia. Pada tahun 1990 an burung Robin ini sangat dikenal oleh masyarakat pehobi burung Indonesia Khususnya, namun akhir-akhir ini burung tersebut seakan hilang dari peredaran kicau mania. 

Sekilas burung Robin adalah nama yang diberikan pada beberapa burung kicau yang kecil yang terdapat di Amerika, Eropa dan Asia.Burung Robin dari Amerika diklasifikasikan sebagai Turdus Migratorius, sedangkan burung Robin Eropa sebagai Erithacua Rubecula. 


Burung Robin ini merupakan burung yang periang dan paling dikenal, ia akan membuat sarang dari ranting dan akar-akar yang dilapisi terlebih dahulu dengan lumpur dalam membuat rumah mereka di alamnya. Setiap pagi atau malam dan waktu subuh burung ini sudah mulai berkicau dengan kerasnya, tak heran pada masa itu banyak sekali pehobi burung lebih menyukai Burung jenis ini karena disamping mudah merawatnya dan murah harga, robin ini baik jantan dan betina sama-sama ngocehnya dan sama gacornya.( Ngerol ), dan untuk perawatannya pun sangatlah mudah dan tidak sulit, sama seperti burung-burung lainnya.

Makanan burung robin ini adalah, voor biasa, jangkrik, kroto serta buah-buahanpun akan dimakannya. Sampai pada akhir-akhir ini jika ada burung Robin ini harganya pun sudah mencapai ratusan ribu rupiah, mungkin dikarenakan burung robin tersebut sudah susah didapat di pasaran. Baik para pecinta burung dan para kicau mania ini sekedar mengingatkan kembali kepada kita, bahwa ada salah satu burung kecil yang sangat rajin berkicau dan tidak gampang stres yaitu BURUNG ROBIN.

Jumat, 03 Agustus 2012

Wambie



Burung Wambie ini adalah burung yang berasal dari benua Asia yaitu China, Wambie adalah burung import, karena itu burung yang satu ini sangat jarang sekali ditemukan di Indonesia. Tidak seperti tahun 90'an, burung wambie atau hwa mei ini sering dan banyak kita jumpai di pasar-pasar burung, bahkan harganya pun relatif sangat murah. 
Burung ocehan asal China ini ada didaerah Huang Co dan konon katanya penyebarannya sampai ke pulau Bali, Jawa, Lombok dan Irian. Memasuki era tahun 2000'an ini kita sudah jarang sekali menemukan burung ini terlebih di pasar burungpun sudah tidak ada dan susah di temukan. 

Asal usul burung ini di Chinanya di jadikan burung aduan seperti layaknya adu ayam sabung di Indonesia, ya..burung ini di adu ketangguhannya dan acap kali di jadikan taruhan dan burung yang mati di anggap kalah.
Burung ini hidup berkelompok di hutan-hutan bambu dan semak belukar yang selalu dekat dengan aliran air sungai. 

Dan setelah beberapa tahun berjalan seiring dengan berkembangan burung berkicau di Indonesia, burung ini akhirnya sering di lombakan juga di arena kontes burung berkicau, karena suaranya yang khas dan tajam serta volume yang keras, dan burung ini memiliki variasi kicauan yang sangat komplit, karena pandai menirukan suara-suara burung lainnya.

Ada salah satu ciri khas pada burung wambi ini yaitu, adanya garis putih yang melingkar di sekeliling kedua matanya layaknya seperti kita menggunakan kaca mata, paruhnya berwarna cokelat, ciri ini memang terdapat pada burung wambi jantan dan betina karena itu jika secara fisik akan sulit membedakan jantan dan betinanya.

Namun jika kita perhatikan dengan teliti akan terlihat jelas perbedaannya antara wambi jantan dan betina, diantaranya adalah:
  • Burung Wambie Jantan yang jelas akan rajin berkicau, dan memiliki variasi suara atau kicauan yang banyak dan suaranya akan keras di dengar, sedangkan yang betina hanya sieerr..sieerr...siierr yang berarti kicauan memanggil si jantan.
  • Warna bulu wambie jantan akan terlihat kecoklatan dan mengkilap, tapi wambie betina bulunya memang berwarna cokelat akan tetapi terlihat agak kusam.
  • Tubuh Wambie jantan terlihat lebih besar dan panjang serta ramping dibandingkan dengan wambie betina yang akan terlihat lebih kecil dan pendek. 
Burung Wambie atau Hwa Mei riwayatmu tidak seperti dulu entah dimana, yah mungkin di tempat asalnya masih banyak dan jangan sampai punah, karena saya sendiri termasuk penggemar dengan burung wambie ini.

Rabu, 01 Agustus 2012

Paok Sintau ( Pitta caerulea )

Burung yang berukuran sangat besar (27 cm) dan bernama latin ( Pitta caerulea ) ini memiliki ciri-ciri  . Jantan: Kepala abu-abu kekuningan dengan alis, mahkota, tengkuk, dan kerah hitam halus. Tubuh bagian atas biru, tubuh bagian bawah abu-abu kuning. Betina: tubuh bagian atas coklat kemerahan, warna biru hanya pada tunggir dan ekor. Remaja: coklat gelap, berbintik burik, dan bersisik kuning tua. Iris abu-abu gelap, paruh hitam, kaki merah jambu.

Suara burung ini saat berbiak, burung jantan bersiul perlahan meratap, dengan nada dan modulasi suara menurun. Sura yang mirip juga disiulkan oleh betina dan anak saat meninggalkan sarang.
Sedang persebaran burung ini meliputi : 

  • caerulea (Raffles, 1822): Myanmar bagian selatan (Tenasserim bagian selatan), Thailand bagian selatan, Semenanjung Malaysia dan Sumatera.
  • hosei (Baker, 1918 ): Kalimantan bagian utara, barat daya, tengah dan timur.
Kebiasaan burung ini hidup sendirian atau berpasangan, menjelajah lantai hutan yang gelap dan lembab di pinggir hutan dan hutan sekunder sampai ketinggian 1200 mdpl. Membelah siput pada landasan batu. Terbang jauh saat ada gangguan . Dan juga burung ini tercatat dalam daftar merah IUCN : Hampir terancam (NT)

Selasa, 31 Juli 2012

Paok Kepala-Biru ( Pitta baudii )


Burung bertubuh kecil (17cm) dan bernama latin ( Pitta baudii ) ini secara sepintas tampak warna punggung merah-sawo matang dan ada garis putih mencolok pada sayap yang hitam. Jantan: punggung merah padam, mahkota dan ekor biru terang, dada atas dan garis mata hitam (kontras dengan tenggorokan yang putih), dada bawah dan perut biru ungu gelap (yang sering terlihat hitam). Betina: berwarna lebih suram, tubuh bagian atas merah-sawo matang, ekor biru, tubuh bagian bawah coklat pucat, tenggorokan abu-abu pucat. Iris abu-abu, paruh hitam dan kaki berwarna putih gading.

Siulan lembut menurun: “porr-y-or” atau “porr-or”.

Burung endemik Kalimantan atau hanya dapat ditemukan hidup di Pulau Kalimantan ini tercatat di dalam daftar merah IUCN : Rentan (VU) & Perlindungan: UU  No. 5/1990, PP  No. 7/1999

Senin, 30 Juli 2012

Paok Kalung-Biru ( Pitta Arquata )

Burung bertubuh kecil (17cm) dan bernama latin ( Pitta Arquata ) ini memiliki kepala coklat kemerah-merahan dengan strip mata biru gemerlap sempit. Tubuh bagian atas hijau kebiruan suram. Tubuh bagian bawah merah terang, dengan pita bersinar melintasi dada berupa bulu runcing berwarna biru. Remaja: coklat dan berbintik-bintik.Iris abu-abu, paruh hitam kemerahan dan kaki abu-abu coklat seperti batu.


Burung jenis ini endemik kalimantan atau hanya dapat ditemukan di Pulau kalimantan
Meskipun ada catatan perjumpaan di hutan dataran rendah, namun lebih sering dijumpai di hutan primer perbukitan pada rentang ketinggian antara 700 – 1600 mdpl. BVurung ini tercatat dalam daftar merah IUCN : Resiko Rendah (LC)

Minggu, 29 Juli 2012

Paok Delima ( Pitta garanatina )

Burung bertubuh kecil (17cm) dan bernama latin ( Pitta garanatina ) ini memiliki mahkota merah (atau hitam), perut merah, sayap berbercak biru terang. Garis alis biru pucat dan sempit, bersinar di belakang mata. Remaja: coklat, mahkota dan bagian bawah merah karat, sisi kepala kehitaman.
Iris berwarna coklat, paruh hitam dan kaki abu-abu kemerahjambuan




  • ussheri (Gould, 1877): Kalimantan bagian utara (dari selatan sampai Sungai Lawas dan sungai Merapok di barat dan sampai sungai Sembakung dan sungai Sesayap di timur). Warna mahkota hitam
  • coccinea (Eyton, 1839): Myanmar wilayah paling selatan (Tenasserim), Semenanjung Thailand paling selatan, Semenanjung Malaysia dan Sumatra bagian timur. Dahi hitam dan ada bintik hitam pada perut yang merah.
  • granatina (Temminck, 1830): kalimantan (kecuali daerah utara). Warna mahkota merah.
Kebiasaan burung ini adalah berlompatan di lantai hutan yang gelap, basah, dan sering berawa, kadang-kadang pada batang pohon yang telah rubuh dan onggokan semak belukar. Hidup di kawasan hutan dataran rendah. Status konservasi burung ini tercatat dalam daftar merah IUCN : Hampir terancam (NT)

Sabtu, 28 Juli 2012

Paok Topi-Hitam ( Pitta venusta )

Burung bertubuh kecil (16cm) dan bernama latin Pitta venusta ini mempunyai kepala hitam, perut merah, Ada bercak biru pucat pada sayap dan garis alis biru pendek di belakang mata. Remaja: Seluruh bulu coklat gelap, garis alis biru. Beriris coklat, paruh dan kaki hitam.

Burung yang endemik sumatera atau hanya dapat ditemukan hidup di kawasan pegunungan Pulau Sumatera Khusus: catatan terpublikasi terakhir pada tahun 1918. Beberapa ahli menganggapnya sebagai salah satu ras dari Paok Delima.




Pernah ditemukan di pegunungan Bukit Barisan, dari Ophir ke selatan sampai Dempu. Jarang terdapat di hutan perbukitan pada rentang ketinggian antara 400 – 1400 mdpl.
Daftar merah IUCN : Rentan (VU)

Jumat, 27 Juli 2012

Paok Hujan ( Pitta moluccensis )


Burung berukuran sedang (18cm) dan bernama latin Pitta moluccensis ini  bertubuh gemuk, berwarna-warni. Dada merah karat, kepal hitam, alis coklat pucat, punggung hijau. Sayap biru terang dengan bercak putih, tenggorokan putih, tunggir merah. Beriris coklat, paruh kehitaman, kaki coklat pucat.

Mempunyai siulan keras: “pu-wiu, pu-wiu” dengan nada kedua lebih tinggi. Di Kalimantan, suaranya dipercaya merupakan petanda datangnya hujan. Penyebaran global burung ini meliputi India tenggara, Cina barat daya, dan Asia tenggara. Pada musim dingin ke Malaysia, Sumatera, dan Kalimantan.


Di Sumatera (termasuk pulau-pulau sekitarnya) dan kalimantan (termasuk Kep.Natuna), burung migran dan pengunjung musim dingin yang cukup umum terdapat sampai ketinggian 1.000 m. Tercatat di kebanyakan habitat hutan, termasuk kebun. Pengembara kadang-kadang dapat mencapai Sulawesi dan Filipina. Terdapat catatan dari Jawa dan Australia, tetapi di ragukan.


Sering mengunjungi semak-semak, hutan sekunder, dan hutan mangrove. Tidak pernah jauh dari pantai. Berjalan diam-diam, berlompatan diatas tanah seperti anis. Pada malam hari, beristirahat pada semak yang rendah, hanya satu meter diatas tanah. Sering berburu di sepanjang badan air. Burung ini tercatat ke dalam daftar merah IUCN : Resiko Rendah (LC)

Kamis, 26 Juli 2012

Paok Bidadari ( Pitta nympha )


Burung berukuran sedang (20cm) dan bernama latin Pitta nympha ini memiliki banyak warna dan mirip dengan Paok hujan, namun tubuh bagian bawahnya lebih pucat dan lebih abu-abu, serta ada bercak biru langit pada sayap dan tungging. Beriris coklat, paruh dan kaki kehitaman.
Fairy pitta resting on a branch

Burung yang berberbiak di Jepang, Korea, dan Cina timur. Pada musim dingin pindah keselatan sampai Cina selatan, Indocina, dan kalimantan. Tercatat ke selatan pada bulan Oktober sampai Maret, melewati kalimantan. Umum terdapat sampai ketinggian 1.000 m, terutama di bagian utara. Memiliki kebiasaan yang mirip dengan Paok hujan. Status konservasi burung ini adalah daftar merah IUCN : Rentan (VU)
Perdagangan internasional: Appendix II, dapat diperdagangkan dengan pengaturan tertentu

Selasa, 24 Juli 2012

Paok Bakau ( Pitta megarhyncha )


Burung berukuran sedang (20cm) bernama latin ( Pitta megarhyncha ) ini mempunyai dada merah karat terang, mahkota coklat polos, punggung hijau. Terdapat bercak biru terang pada sayap, tenggorokan putih, tunggir biru terang. Ukuran paruh lebih besar dari paruh Paok hujan . Beriris coklat, paruh dan kaki kehitaman.



Burung ini dapat kita jumpai di pesisir barat Malaysia, dari sunderbans sampai Singapura.Tercatat ke selatan melewati kepulauan Riau, dataran rendah Sumatera sebelah timur, dan Bangka. Pernah tercatat di Baram (kalimantan bagian utara) . Habitat burung ini hanya menghuni hutan bakau dan hutan pantai. Sementra untuk status konservasi burung ini termasuk ke dalam daftar merah IUCN : Hampir Terancam (NT)

Jumat, 20 Juli 2012

Kuau-kerdil Kalimantan ( Polyplectron schleiermacheri )


Kuau-kerdil Kalimantan ( Polyplectron schleiermacheri ) adalah jenis kuau-kerdil berukuran sedang yang berhabitat di hutan hujan dataran rendah Pulau Kalimantan. Kuau ini adalah jenis kuau merak yang paling langka dan sudah jarang ditemui. Cirinya adalah ukuran tubuhnya yang maksimal dapat tumbuh sampai 50 cm dengan bintik-bintik pada tubuhnya. Kuau merak Kalimantan masih berkerabat dengan kuau-kerdil Malaya dan kuau-kerdil Palawan. Beberapa ilmuwan menganggap jenis ini merupakan subspesies dari kuau-kerdil Malaya.

Kehicap Boano ( Monarcha boanensis )


Burung Kehicap Boano ( Monarcha boanensis ) bagai terabai dan tak dipedulikan keberadaannya. Tidak banyak yang mengenal nama burung kehicap boano ini. Bahkan nama boano yang diambil dari nama pulau Buano, tempat burung tersebut tak banyak yang mengenal. Ketika saya coba mengetikkan kata kunci ‘kehicap boano’ di mesin pencari, ternyata koleksi google tak lebih dari 2.000 artikel. 

Burung kehicap boano ini merupakan salah satu burung paling langka di Indonesia. Populasi burung endemik pulau Buano (sebuah pulau kecil di Maluku) ini, diperkirakan tidak lebih dari 200 ekor saja. Wajar jika kemudianIUCN Red List memasukkannya sebagai spesies Critically Endangered sejak tahun 2000 silam. Namun anehnya burung ini terabai dan tidak masuk dalam daftar hewan yang dilindungi di Indonesia
.

Burung kehicap boano dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Black-chinned Monarch, mungkin lantaran mempunyai ciri khas dagu yang berwarna hitam. Sedangkan nama ilmiah burung ini adalah Monarcha boanensisyang mempunyai sinonim Symposiachrus boanensis.

Paok Laus ( Pitta elegans )

 
Paok Laus ( Pitta elegans) adalah spesies burung dari familia Pittidae. Habitat burung ini berada di hutan tropis atau subtropis lembab yang berada di dataran rendah.

Kamis, 19 Juli 2012

Kasuari Gelambir-Ganda ( Casuarius casuarius )


Kasuari Gelambir-ganda atau dalam nama ilmiahnya ( Casuarius casuarius ) adalah salah satu burung dari tiga spesies Kasuari. Burung dewasa berukuran besar, dengan ketinggian mencapai 170cm, dan memiliki bulu berwarna hitam yang keras dan kaku. Kulit lehernya berwarna biru dan terdapat dua buah gelambir berwarna merah pada lehernya. Di atas kepalanya terdapat tanduk yang tinggi berwarna kecoklatan. Burung betina serupa dengan burung jantan, dan biasanya berukuran lebih besar dan lebih dominan.

Burung Kasuari mempunyai kaki yang besar dan kuat dengan tiga buah jari pada masing-masing kakinya. Jari-jari kaki burung ini sangat berbahaya karena diperlengkapi dengan cakar yang sangat tajam. Seperti umumnya spesies burung-burung yang berukuran besar, burung Kasuari Gelambir-ganda tidak dapat terbang.




Burung Kasuari biasanya hidup sendiri, berpasangan hanya pada waktu musim berbiak. Anak burung dierami dan dibesarkan oleh burung jantan. 
Populasi Kasuari Gelambir-ganda tersebar di hutan dataran rendah di Australia, pulau Irian dan pulau Seram di provinsi Maluku. Spesies ini merupakan satu-satunya burung di marga Casuarius yang terdapat di benua Australia. Pakan burung Kasuari Gelambir-ganda terdiri dari aneka buah-buahan yang terjatuh di dasar hutan. Penangkapan liar dan hilangnya habitat hutan mengancam keberadaan spesies ini. Kasuari Gelambir-ganda dievaluasikan sebagai rentan di dalam IUCN Red List.

Kamis, 12 Juli 2012

Anisbentet Sangihe ( Colluricincla sanghirensis )


Burung Anisbentet Sangihe ( Colluricincla sanghirensis ), adalah spesies burung dari keluarga Colluricinclidae., dalam Bahasa Inggris burung ini disebut dengan nama Sangihe Shrike-thrush
Brung ini diketahui merupakan endemik Sulawesi, atau hanya bisa ditemukan di habitat aslinya di Pulau Sulawesi, Indonesia, tepatnya di Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara. Dimana habitat populasinya burung ini sudah menurun dalam cakupan dan kualitas populasi semakin kecil dan terus berkurang jumlahnya . Karena situasi populasi yang mengkhawatirkan itu maka burung ini diklasifikasikan sebagai sangat terancam punah.



Ciri-ciri burung ini adalah, ukurannya menengah sekitar 17cm, warna Coklat Olive pada bagian atas, coklat tua pada bagian bahu dan bawah punggung. Pada bagian bawahnya lagi coklat kepucatan, kekaratan pada perut. Kaki hitam. Coklat zaitun pada sekitar kuning tenggorokan. Suaranya keras, nadanya seperti lagu dengan banyak pengulangan dan lembut, bunyinya kedengaran seperti Chweep…chweep..chweep.Populasinya mungkin akan sangat rendah jumlahnya (mungkin kurang dari 100 burung) mengingat daerah kecil habitat yang tersisa,dan kebanyakan dijumpai di Gunung Sahendaruman dan Gunung Sahengbalira



 

Sample text

Sample Text