Social Icons

Pages

Tampilkan postingan dengan label Burung Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Burung Unik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 September 2012

Bowerbird



Untuk menarik pasangan, bowerbird jantan membangun sebuah struktur yang luar biasa rumit yang disebut “a bower”. Ini terbuat dari ranting dan sering berbentuk seperti sebuah gubuk kecil. Burung jantan kemudian menghiasi "pondok bujangan" nya dengan berbagai benda sebagai hadiah.

Di antaranya seperti bunga, bulu, batu, dan bahkan plastik dan kaca. Ratusan potongan-potongan itu secara hati-hati ditata dalam tema monokromatik (misalnya semua item berwarna biru). Burung itu akan benar-benar marah jika anda mengacaukan pondoknya, misalnya dengan menempatkan satu benda yang berbeda warna.





Bowerbird jantan menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyortir dan mengatur hal-hal itu. Bahkan, mereka akan merusak fokusnya hanya untuk pergi ke pondok burung jantan yang lain untuk mencuri barang dan membuat tempat itu berantakan.

Jumat, 31 Agustus 2012

Wajah Asli Angry Bird


Pernah memainkan game Angry Birds kan? Itu loh, game yang ceritanya para babi hijau mencuri telur telur mereka, lalu mereka marah dan itulah makanya mereka disebut Angry Birds. 

Di game, biasanya burung merah ini terdapat pada level awal awal kita bermain, burung ini mampu menghancurkan struktur bangunan yang lemah, namun seiring berjalannya game ini, muncul burung burung lain yang lebih kuat dari burung merah ini. Burung merah ini memang berguna di semua level dan hanya digunakan untuk menghancurkan bangunan yang telah dihancurkan burung sebelumnya. 


Burung merah itu merupakan maskot atau simbol utama game tersebut. Namun apa kalian tau bahwa wujud asli Angry Birds yang berwarna merah itu memang benar ada ? 

Kardinal, itu lah nama burung tersebut. Burung Kardinal ini dapat ditemukan di Amerika utara dan selatan, mereka hidup di hutan terbuka. Burung Kardinal memiliki ukuran dewasanya sekitar 12 cm( 4,7 inci ) dan berat 11,5 gram ( 0.40 ons ) . Di Amerika burung ini dulunya diperbolehkan untuk dipelihara dan dijual , namun mulai dilarang sejak tahun 1918.


Burung Kardinal yang berjenis kelamin jantan ini merupakan burung teritorial, maksudnya burung ini akan  mempertahankan wilayahnya dari burung jantan lainnya dengan menyanyikan lagu khas mereka. Lagu yang burung jantan nyanyikan ini juga berfungsi untuk menemukan burung betina satu sama lain yang umumnya pada saat malam.

Minggu, 05 Agustus 2012

Robin


Dahulu burung ini sangat murah harganya, bahkan banyak para toko burung yang menjual burung robin ini, karena selain harganya murah ( pada saat itu ) burung ini sangat mudah beradaptasi dengan pemiliknya dan cepat berkicau, memang burung ini termasuk burung langka di indonesia dikarenakan setahu saya burung ini termasuk burung import dari asia. Pada tahun 1990 an burung Robin ini sangat dikenal oleh masyarakat pehobi burung Indonesia Khususnya, namun akhir-akhir ini burung tersebut seakan hilang dari peredaran kicau mania. 

Sekilas burung Robin adalah nama yang diberikan pada beberapa burung kicau yang kecil yang terdapat di Amerika, Eropa dan Asia.Burung Robin dari Amerika diklasifikasikan sebagai Turdus Migratorius, sedangkan burung Robin Eropa sebagai Erithacua Rubecula. 


Burung Robin ini merupakan burung yang periang dan paling dikenal, ia akan membuat sarang dari ranting dan akar-akar yang dilapisi terlebih dahulu dengan lumpur dalam membuat rumah mereka di alamnya. Setiap pagi atau malam dan waktu subuh burung ini sudah mulai berkicau dengan kerasnya, tak heran pada masa itu banyak sekali pehobi burung lebih menyukai Burung jenis ini karena disamping mudah merawatnya dan murah harga, robin ini baik jantan dan betina sama-sama ngocehnya dan sama gacornya.( Ngerol ), dan untuk perawatannya pun sangatlah mudah dan tidak sulit, sama seperti burung-burung lainnya.

Makanan burung robin ini adalah, voor biasa, jangkrik, kroto serta buah-buahanpun akan dimakannya. Sampai pada akhir-akhir ini jika ada burung Robin ini harganya pun sudah mencapai ratusan ribu rupiah, mungkin dikarenakan burung robin tersebut sudah susah didapat di pasaran. Baik para pecinta burung dan para kicau mania ini sekedar mengingatkan kembali kepada kita, bahwa ada salah satu burung kecil yang sangat rajin berkicau dan tidak gampang stres yaitu BURUNG ROBIN.

Jumat, 13 Juli 2012

Bangau Hijau

http://hermawayne.blogspot.com

Bangau hijau dikenal suka menjatuhkan benda kecil ke permukaan air, berharap ada ikan kecil yang tertipu yang mengira bahwa benda tersebut adalah makanan, kemudian bangau ini dengan cepat menangkap korban yang tidak curiga. Tidak semua bangau hijau menggunakan teknik ini, tetapi mereka yang menjadi sangat berbakat, dan mereka bahkan melakukan percobaan dengan berbagai jenis umpan .
Beberapa bangau pernah terlihat mencuri roti karena ia pernah melihat orang-orang memberi makan bebek di kolam dengan menggunakan roti sebagai umpan. Bangau lain dikenal sering menangkap ikan kecil tapi bukan untuk dimakan, melainkan digunakan sebagai umpan untuk ikan yang lebih besar.

Beberapa ahli percaya bahwa mereka belajar dari manusia, sementara yang lain berpikir bahwa mereka belajar sendiri dengan mengamati bagaimana ikan kecil akan menyelidiki benda kecil atau binatang yang jatuh ke air. Perilaku ini jelas tidak naluriah, yang membuat bangau hijau ini sangat mungkin menjadi pemangsa paling cerdas dalam daftar ini.

Jumat, 08 Juni 2012

Mentok Rimba ( Cairina scutulata )

 
Mentok Rimba atau dalam nama ilmiahnya Cairina scutulata adalah sejenis burung dari keluarga bebek (suku Anatidae). Spesies ini termasuk salah satu burung air yang paling langka dan terancam punah di dunia. Mentok Rimba juga dikenal dengan beberapa nama seperti Serati, Mentok Hutan, Bebek Hutan atau Angsa Hutan. Dalam bahasa Inggris spesies ini dikenal sebagai White-winged Wood Duck.

Berbentuk mirip dengan mentok peliharaan (Cairina moschata), Mentok Rimba memiliki panjang tubuh (dari paruh hingga ke ujung ekor) sekitar 75 cm.Tubuh umumnya berwarna gelap atau kehitaman, dengan sisi bawah sayap (ketika terbang) berwarna putih. Kepala dan leher putih, kadang-kadang dengan bintik-bintik kehitaman. Paruh dan kaki kekuningan atau jingga kusam. Tidak seperti mentok peliharaan, tak ada lingkaran merah di sekeliling mata.

 

Pada masa lalu, Mentok Rimba hidup tersebar luas mulai dari India timur laut, Bangladesh, Asia Tenggara, Sumatra hingga Jawa. Pada tahun 2002 populasinya di seluruh dunia tinggal lagi 800 ekor; dengan sekitar 200 ekor menyebar di Laos, Thailand, Vietnam dan Kamboja, sekitar 150 ekor di Sumatra, terutama di Taman Nasional Way Kambas, dan 450 ekor di India, Bangladesh dan Myanmar.


 

Sample text

Sample Text