Social Icons

Pages

Tampilkan postingan dengan label Tips Beternak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Beternak. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Agustus 2012

Membiasakan Mandi Karamba


Cendet anakan saya yang sekarang mandinya di keramba . Memang agak susah mengajarinya . Tapi saya akan memberikan sedikit informasi tentang mengajari cendet mandi di keramba .

Langkah - langkahnya:

  1. Buat jinak dulu cendetnya minimal liat kita diam tidak grabagan
  2. Agar masuk ke keramba biasakan setiap pagi memberikan jangkrik di dalam keramba dengan posisi kurung dibuka (keramba mandi jangan di isi air)
  3. Lakukan sampai cendet terbiasa menerima EF (saya butuh waktu 3 minggu)
  4. Setelah terbiasa coba keramba isi air sedikit saja, pemberian EF tetap di keramba, biasanya cendet agak takut masuk tapi lama kelamaan akan mau juga menginjak air yang ada di keramba.
  5. Biarkan kaki kaki jangkrik jangan di buang agar cendet bermain agak lama dengan EF di dalam keramba
  6. Setelah terbiasa coba full pemberian airnya EF tetap di berikan di dalam keramba
  7. Jika sudah mau coba tes tanpa EF dan jangan di semprot biarkan cendet mandi sendiri jika tidak mau mandi jangan di paksa tetap biarkan di dalam keramba beberapa menit
  8. Kalau hal ini rutin dilakukan biasanya cendet tidak akan takut lagi masuk ke keramba dan boleh sedikit di semprot halus 3 - 5 kali semprot saja
  9. DIJAMIN cendet akan mandi di keramba

Untuk ngetesnya boleh dilakukan siang hari usai di jemur biasanya cendet akan mandi di keramba Selain mandi di keramba CENDET SAYA usia belum genap 2 bulan sudah fight dan gacor jika di goda dengan tangan ( gereja tarung dan LB sudah fasih di bawakan ) layaknya cendet dewasa dan tentu saja TIDAK MANJA,,,,

Senin, 23 Juli 2012

Grafik Pengeraman Telur Burung


Di kandang penangkaran ( beda sekali dengan kondisi burung di alam ), dalam kondisi normal dan cuaca mendukung, burung seperti murai batu (MB), cucakrowo (CR), jalak suren  (JS), kacer, anis kembang (AK)  dan sejumlah burung yang sudah banyak berhasil ditangkar lainnya, begitu anakannya diambil dari sarangnya, pada 5-7 hari kemudian sudah bertelor lagi dan mengeram lagi. Begitu seterusnya.

Oleh karena itu, ada MB atau JS yang tidak membuat heran lagi kalau dalam waktu dua (2) bulan bisa menghasilkan 3 kali anakan.

Hitungannya adalah sebagai berikut:Taruh saja burung bertelur pada hari ke 1, 2 dan 3 (atau bisa juga plus hari ke-4 kalau bertelor empat).  Kapan mengeram? Burung mengeram ya dimulai bersamaan pada hari pertama dia bertelor itu .

Setelah 14 hari sejak telor pertama keluar, anakan menetas. Pada hari ke-16 (2 hari setelah menetas), anak-anak burung diambil untuk diloloh secara “manual” oleh penangkarnya. Dalam kondisi normal terawat, pada hari ke-21 atau paling lama hari ke-23, burung indukan sudah bertelor lagi…begitu seterusnya.
Artinya apa? Burung di penangkaran bisa punya anak lagi dalam waktu 21 sampai 23 hari setelah anak-anak periode sebelumnya keluar sebagai telor.

Jika seandainya semua telor burung yang sedang dierami kita ambil, semua maka dalam waktu 5-7 hari kemudian burung sudah akan bertelor lagi dan mengeram lagi . Hitungan ini tidak berlaku untuk lovebird (LB) yang masa mengeramnya 21 hari, atau kenari yang jarang untuk disuapi secara manual oleh penangkarnya (kecuali di banyak penangkaran kenari di Malang, yang para penangkarnya biasa menyuapi anakan2 kenari).


Untuk LB yang diperlakukan sama (anak-anaknya disuapi secara manual oleh penangkarnya), maka bisa menghasilkan keturunan setiap 28 hari (sampai sebulan) sekali. Pada sejumlah penangkaran, dikenal apa yang disebut dengan indukan “babu”, indukan “pelayan” dsb. Istilah ini merujuk pada pasangan-pasangan burung tertentu yang dipelihara dengan fungsi menjadi indukan bagi burung yang ditangkarkan. Burung yang ditangkarkan dengan model inang pengasuh ini  umumnya adalah burung pemakan biji (kenari, LB,  perkutut, parkit dll).
 

Sample text

Sample Text