Social Icons

Pages

Tampilkan postingan dengan label Budi Daya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budi Daya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Agustus 2012

CARA BUDIDAYA TANAMAN KENTANG

CARA BUDIDAYA TANAMAN KENTANG



Kentang merupakan sayuran yang memiliki tingkat permintaan yang tinggi. Sehingga prospek yang cukup bagus untuk budidaya kentang di Indonesia, karena tekstur tanahnya juga cocok untuk ditanam kentang. Untuk emnghasilkan yang cukup banyak hasilnya, berikut adalah cara penanaman kentang yang baik.

Syarat pertumbuhan 
TANAMAN KENTANG 
- iklim
curah hujan rata2 1500 mm/tahun Curah hujan rata-rata 1500 mm/tahun, lama penyinaran 9-10 jam/hari, suhu optimal 18-21 °C, kelembaban 80-90% dan ketinggian antara 1.000-3.000 m dpl.
- media tanam
tanah gembur, banyk mengandung bahan organik dengan pH 5,8-7,0

Pembibitan 
TANAMAN KENTANG  
- Umbi bibit berasal dari umbi produksi berbobot 30-50 gram, umur 150-180 hari, tidak cacat, dan varitas unggul. Pilih umbi berukuran sedang, memiliki 3-5 mata tunas dan hanya sampai generasi keempat saja. Setelah tunas + 2 cm, siap ditanam.
- Bila bibit membeli (usahakan bibit yang bersertifikat), berat antara 30-45 gram dengan 3-5 mata tunas. Penanaman dapat dilakukan tanpa/dengan pembelahan. Pemotongan umbi dilakukan menjadi 2-4 potong menurut mata tunas yang ada. Sebelum tanam umbi direndam dulu menggunakan POC NASA selama 1-3 jam (2-4 cc/lt air).

Pengolahan media tanaman 
 KENTANG  
Natural Glio yang sudah terlebih dahulu dikembangbiakkan dalam pupuk kandang + 1 minggu, ditebarkan merata pada bedengan (dosis : 1-2 kemasan Natural Glio dicampur 50-100 kg pupuk kandang/1000 m2).

Pemupukan
Pemupukan anorganik bisa anda dapatkan seperti urea(200 kg/ha), SP 36(200 kg/ha) dan KCT(75 kg/ha)

Penyulaman tanaman 
KENTANG  
Penyulaman dilakukan jika ada tanaman yang mati dan tumbuh tidak normal, cara ini dilakukan 15 hari semenjak tumbuh.

Penyiangan
Penyulaman dilakukan 2 kali dalam masa penanaman.
Pemangkasan bunga

Cara ini harus dilakukan karena tanaman kentang mmang mempunyai bunga, jika bunga tetap dibiarkan akan mengganngu proses pertumbuhan umbi.

Panen
umur panen tanaman kentang berkisar antara 150-190 hari. Tanaman kentang yang siap mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.

- biasanya daunnya berwarna kekuningan
- batang tanaman juga kekuningan
- kulit umbi akan lekat dengan daging umbi
- kulit tidak cepat mengelupas

Silahkan mencoba BUDIDAYA TANAMAN KENTANG
, semoga berhasil dan semoga artikel ini bermanfaat bagi yang membacanya.

Senin, 30 Juli 2012

BUDIDAYA DAUN DEWA

Daun dewa merupakan tanaman yang berfungsi sebagai bahan baku dalam pembuatan obat-onatan herbal. Oleh karena itu budidaya tanaman ini juga memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Hal ini tentunya dengan teknik khusus agar budidaya tamanan ini bisa sukses

Berikut adalah cara budidaya daun dewa.




Budidaya tanaman obat, termasuk daun dewa, dilakukan untuk tujuan melestarikan lingkungan hidup dan memenuhi bahan baku obat tradisional. Dalam budi daya tanaman obat, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Setiap tahap mempunyai ciri tersendiri dan memerlukan perhatian khusus. Masalah penanganan pasca panen juga ikut berperan dalam menentukan mutu atau kualitas bahan yang dihasilkan.

Daun dewa dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai ketinggian 1.200 m dpl (dari permukaan laut). Disamping itu, tanaman tersebut tumbuh di daerah yang beriklim sedang sampai basah dengan curah hujan 1.500 – 3.500 mm/tahun dengan tanah yang agak lembab sampai subur.

Lahan yang akan ditanami bisa disiapkan dengan membuat bedengan–bedengan selebar 2 m dan panjangnya disesuaikan dengan lahan. Di bedengan tersebut dibuat lubang tanam dengan ukuran sekitar 20 x 20 x 20 cm.

Memperbanyak tanaman daun dewa bisa dilakukan dengan stek batang dan tunas akar. Stek batang dibuat dengan panjang antara 15-20 cm dan bagian bawah batang dipotong miring agar daerah tumbuh perakaran menjadi lebih luas. Stek ditanam di persemaian dengan cara dibenamkan sepertiga bagian ke dalam media tanam. Media tanam untuk persemaian terdiri dari campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 70:30 atau 50:50. Cara memperbanyak dengan tunas yang diambil dapat dengan atau tanpa akar. Penanaman tunas dilakukan seperti stek batang. Memperbanyak daun dewa sangat mudah dilakukan, yakni dengan cara stek cabang sekunder, umbi, atau tunas anakan. Penyiraman harus dilakukan setiap hari. Lama persemaian sekitar 3 bulan.

Sambung nyawa yang diperoleh dari setek yang sudah berakar bisa ditanam di lubang-lubang tanam yang sudah disiapkan setelah berumur sekitar 3 bulan . Jarak tanam ideal adalah 50x75 cm.
Sementara itu, penanaman daun dewa dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
a. Umbi tanaman bisa langsung ditanam, dalam beberapa hari, di atas umbi akan tumbuh anakan.
b. Jika tingginya sudah mencapai 15-20 cm, anakan bisa dipisahkan dari umbinya, selanjutnya anakan tanpa akar tersebut dapat ditanam kembali.
c. Jika tanaman sudah tua, dari atas tanaman timbul tangkai-tangkai anakan. Jika tingginya sudah mencapai 15 cm, dipotong dan ditanam kembali.

Pemupukan sebaiknya menggunakan pupuk organik, berupa pupuk kandang atau kompos. Pupuk tersebut diberikan sekitar 5 gram untuk setiap tanaman. Pupuk diberikan 3-7 hari sebelum penanaman dengan cara diaduk dengan tanah di dalam lubang tanam.

Penyiraman sangat memegang peranan penting terhadap penampilan daun. Karena itu, harus dilakukan secara rutin setiap hari. Penyiangan atau pemberantasan rumput-rumput dan tumbuh pengganggu (gulma) harus dilakukan secara rutin.

7. Penanggulangan Hama dan Penyakit
Hama utama yang menyerang daun dewa adalah ulat jengkel (Nyctemera coleta) dan kumbung Psylliodes sp. Ulat jengkel memakan daun sampai habis dan yang tersisa hanya tulang daun. Sementara itu, serangan kumbang mengakibatkan daun menjadi berlubang-lubang. Untuk mengurangi sarangan hama tersebut harus dilakukan pemangkasan daun-daun yang rusak, berlubang-lubang, dan daun yang menyentuh tanah. Jika terjadi ledakan hama, perlu digunakan insektisida sintetis, seperti Dikhlorvos atau Fentrotion dengan dosis 1 ml atau 1 gram per liter sebanyak 4-5 helai kearah pucuk.

Panen pertama dapat dilakukan saat tanaman berumur sekitar 4 bulan. Pemanenan dilakukan dengan cara memetik atau memangkas daun sebanyak 4-5 helai daun kearah puncak . Di batang bekas pangkasan akan tumbuh tunas-tunas baru yang dapat dipanen kembali secara bertahap.

Nah demikian cara budidaya daun dewa, silahkan mencoba semoga sukses.
 

Sample text

Sample Text